Kanker dan Obatnya

Informasi tentang Jenis-Jenis Kanker dan Obatnya

  • Recent Posts

  • Blogroll

  • Contributors

Archive for Agustus 8th, 2009

How to Perform a Breast Self-Exam

Posted by kanker on 8th Agustus 2009

Beginning in their 20s, women should be told about the benefits and limitations of breast self-exam (BSE). Women should be aware of how their breasts normally look and feel and report any new breast change to a health professional as soon as they are found. Finding a breast change does not mean there is a cancer.

Women can notice changes by being aware of how their breasts normally look and feel and by feeling their breasts for changes (breast awareness) or by choosing to use a step-by-step approach and using a specific schedule to examine her breasts.

Again, women with breast implants can do BSE. It may be helpful to have the surgeon help identify the edges of the implant so that you know what you are feeling. There is some thought that the implants push out the breast tissue and actually make it easier to examine.

If you choose to do BSE, the following information provides a step-by-step approach for the exam. The best time for a woman to examine her breasts is when the breasts are not tender or swollen. Women who are pregnant, breast-feeding, or have breast implants can also choose to examine their breasts regularly. Women who examine their breasts should have their technique reviewed during their periodic health exams by their health care professional. It is acceptable for women to choose not to do BSE or to do BSE occasionally.

Women who choose not to do BSE should still be aware of their breasts and report any changes without delay to their doctor.

How to Examine Your Breasts

  • Lie down and place your right arm behind your head.The exam is done while lying down, and not standing up. This is because when lying down the breast tissue spreads evenly over the chest wall and it is as thin as possible, making it much easier to feel all the breast tissue.

clip_3

  • Use the finger pads of the three middle fingers on your left hand to feel for lumps in the right breast. Use overlapping dime-sized circular motions of the finger pads to feel the breast tissue.

clip_4

  • Use 3 different levels of pressure to feel all the breast tissue. Light pressure is needed to feel the tissue closest to the skin; medium pressure to feel a little deeper; and firm pressure to feel the tissue closest to the chest and ribs. A firm ridge in the lower curve of each breast is normal. If you?re not sure how hard to press, talk with your doctor or nurse. Use each pressure level to feel the breast tissue before moving on to the next spot.

clip_5

  • Move around the breast in an up and down pattern starting at an imaginary line drawn straight down your side from the underarm and moving across the breast to the middle of the chest bone.(sternum or breastbone). Be sure to check the entire breast area going down until you feel only ribs and up to the neck or collar bone (clavicle).
  • There is some evidence to suggest that the up and down pattern (sometimes called the vertical pattern) is the most effective pattern for covering the entire breast without missing any breast tissue.
  • Repeat the exam on your left breast, using the finger pads of the right hand.
  • While standing in front of a mirror with your hands pressing firmly down on your hips, look at your breasts for any changes of size, shape, contour, dimpling, or redness or scaliness of the nipple or breast skin. (The pressing down on the hips position contracts the chest wall muscles and enhances any breast changes.)
  • Examine each underarm while sitting up or standing and with your arm only slightly raised so you can easily feel in this area. Raising your arm straight up tightens the tissue in this area and makes it difficult to examine.

This procedure for doing breast self-exam is different than previous procedure recommendations. These changes represent an extensive review of the medical literature and input from an expert advisory group. There is evidence that the woman’s position (lying down), area felt, pattern of coverage of the breast, and use of different amounts of pressure increase the sensitivity of BSE as measured with silicone models. Lying down also made it easier to feel lumps while doing CBE using patient models with known small non-cancerous lumps in their breasts.

Revised: 03/29/2007
Source : Posted in Kanker Payudara | No Comments »

Kanker Payudara

Posted by kanker on 8th Agustus 2009

Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

  • Penyebab Kanker Payudara

Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :

Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas.

Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun.

Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.

Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara

Bagi anda yang merasakan adanya benjolan aneh disekitar jaringan payudara atau bahkan salah satu payudara tampak lebih besar, Sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, mulai dari ukuran kecil yang kemudian menjadi besar dan teraba seperti melekat pada kulit. Beberapa kasus terjadi perubahan kulit payudara sekitar benjolan atau perubahan pada putingnya.

Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit (nyeri) saat ditekan. Jika dirasakan nyeri pada payudara dan puting susu yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera memeriksakan diri kedokter. Puting susu yang mengkerut kedalam, yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi kecoklatan bahkan adanya oedema (bengkak) sekitar puting merupakan salah satu tanda kuat adanya kanker payudara. Hal lain adalah seringnya keluar cairan dari puting susu ketika tidak lagi menyusui bayi anda.

clip

  • Diagnosa Penyakit Kanker Payudara

Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker).

  • Type Penyakit Kanker Payudara

Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :

clip_2
Kanker payudara non invasive, kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut ‘ductal carcinoma in situ’ (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

Kanker payudara invasive, kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kanker Payudara

Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari type dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadiun lanjut yang cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat untuk diperiksakan kedokter atas kelainan yang dihadapinya.

Pembedahan, Pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain (lumpectomy). Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara diantaranya ;

- Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
- Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
- Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

Radiotherapy (Penyinaran/radiasi), yaitu proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

Therapy Hormon, Hal ini dikenal sebagai ‘Therapy anti-estrogen’ yang system kerjanya memblock kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker pada payudara.

Kemoterapi, Ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar kebagian tubuh lainnya. Dampak dari kemoterapy adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

  • Pengobatan Herceptin, adalah therapy biological yang dikenal efektif melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara stadium II, III dan IV dengan penyebaran
  • Pencegahan Penyakit Kanker Payudara

Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara diatas.

Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, Jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, Olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur.

Sources : www.infopenyakit.com
Compiled by:
www.cancerhelps.com

Posted in Kanker Payudara | No Comments »

Apakah Kanker Payudara itu ?

Posted by kanker on 8th Agustus 2009

Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Perkembangan kanker

Stadium I (stadium dini)

Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium.

Stadium II

Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium III

Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin.

Pencegahan awal

Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

  • Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
  • Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.
  • Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi.
  • Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.
  • Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna
  • Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.

Pengobatan lanjut

Bila ditemukan adanya benjolan, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan mammografie. Mammografie adalah pemeriksaan payudara dengan alat rontgen dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit, dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mammografie adalah seminggu setelah selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mammogram.

Cara lainnya adalah dengan operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan (biopsi) dari benjolan itu, kemudian diperiksa di bawah mikroskop laboratorium patologi anatomi. Bila diketahui dan dipastikan bahwa benjolan itu adalah kanker, maka payudara harus diangkat seluruhnya untuk menghindari penyebaran ke bagian tubuh yang lain.

Siapakah yang harus menjalani pemeriksaan mammografie ?

  • Wanita yang berumur lebih dari 50 tahun.
  • Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah menderita kanker payudara.
  • Wanita yang pernah menjalani pengangkatan salah satu payudaranya. Wanita dalam golongan ini harus berada dalam pengawasan yang ketat.
  • Wanita yang belum pernah melahirkan anak. Ternyata pada golongan ini sering dijumpai serangan kanker payudara.

Dari berbagai sumber

Posted in Kanker Payudara | No Comments »

Pengobatan dan Pencegahan Kanker Leher Rahim

Posted by kanker on 8th Agustus 2009

04/08/2007 11:57, Cancer of the Cervix (Treatment).
Pengobatan dan pencegahan

Kalau dapat dideteksi sejak dini, kanker leher rahim dapat disembuhkan. Cara pengobatannya dapat dengan pemberian obat yang dimakan, atau dioperasi. Operasi ini biasanya berupa pengangkatan rahim secara keseluruhan. Oleh karena itu melakukan pemeriksaan Paps smear sangat dianjurkan supaya kalau ada perubahan pada sel leher rahim dapat segera dilakukan tindakan untuk mencegah agar tidak berkembang lebih lanjut.
Untuk mencegah terkena infeksi virus HPV, kini sudah ditemukan vaksinnya. Karena sifatnya mencegah maka vaksin ini dianjurkan untu perempuan yang kehidupan seksualnya mulai aktif, terutama ketika masih usia remaja. Pada saat ini ada dua merek vaksin HPV yang diproduksi oleh dua pabrik yang berbeda. Pada umumnya yang dicegah terutama adalah HPV tipe 16 dan 18 yang dianggap sebagai virus yang onkogenik (dapat mjenyebabkan terjadinya kanker). Selain itu juga dianjurkan untuk tidak menggunakan douche pencuci vagina yang mengandung ter. Juga jangan merokok atau menghindari dari terpapar asap rokok orang lain.

Sumber : http://detak.org/

Posted in Kanker Leher Rahim | No Comments »

Diagnosis Kanker Leher Rahim

Posted by kanker on 8th Agustus 2009

04/08/2007 11:56, Cancer of the Cervix (Procedures & Test).
Diagnosis

Diagnosis awal untuk mendeteksi adanya keganasan di leher rahim yang paling praktis dan murah adalah dengan test Papanicoulau (Paps smear). Cara ini dapat dilakukan di mana saja dengan cara sederhana, yaitu mengambil usapan leher rahim untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Cara ini ditemukan oleh Dr. George N. Papanicoulau dari Amerika Serikat di tahun 1938, tetapi pada mulanya tidak diakui oleh para spesialis obstetri dan ginekologi. Baru pada tahun 1950 test ini diakui kebenarannya dan diberlakukan di seluruh Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Saat ini juga mulai diperkenalkan cara yang lebih sederhana yang mudah dilakukan di negara berkembang karena tanpa menggunakan mikroskop lagi. Yaitu dengan meneteskan asam cuka ke jaringan yang sudah diambil lalu diamati perubahan warnanya. Meskipun demikian cara ini juga masih ditanggapi secara berbeda di antara pakar obstetri dan ginekologi dan belum dianggap sebagai cara yang standar. Tetapi untuk kondisi Indonesia, cara ini dapat dianjurkan untuk melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim

Pada umumnya pemeriksaan melalui Paps smear dianjurkan untuk mereka yang berusia 30-tahunan terutama yang kehidupan seksualnya aktif. Bahkan di AS dianjurkan untuk usia 26 tahun kalau ia sexually active serta sering berganti pasangan.

Sumber : http://detak.org/

Posted in Kanker Leher Rahim | No Comments »